Bengkulu
Siap Jadi Kota Pariwisata
Bengkulu adalah sebuah provinsi yang ada di barat daya
Pulau Sumatera dan di sebagian wilayah dari Bengkulu ini pernah dibawah
kekuasaan dari Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17. Kerajaan Inderapura ini
sendiri merupakan sebuah kerajaan yang berada di wilayah kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat sekarang, dan berbatasan langsung dengan
Provinsi Bengkulu. Bengkulu pada saat ini merupakan provinsi sekaligus
kota yang sangat banyak menyimpan kekayaan alam terutama dibidang wisata
seperti Pantai Panjang, Pantai Zakat, Pantai Tapak Paderi dan masih banyak lagi
pantai yang ada di Kota Bengkulu. Selain itu Bengkulu memiliki Pantai yang
sangat cantik di daerah Kaur Bengkulu Utara yaitu Pantai Linau yang
pemandangannya dapat menyejukkan setiap orang yang melihatnya. Lalu di daerah
Kabupaten Rejang Lebong tepatnya di Kota Curup, Bengkulu juga memilliki Gunung
Berapi yang masih aktif yaitu Bukit Kaba yang ketinggiannya mencapai 1.938 mdpl
yang menyuhguhkan pemandangan erotis nan cantik dan dapat melihat keindahan
Kota Curup dari puncaknya. Lagi, Bengkulu juga memiliki Taman Agrowisata yaitu
Kebun Teh Kabawetan yang berada di Kota Kepahiang dan memiliki luas mencapai
650 Ha. Membicarakan wisata yang ada di Bengkulu mungkin tidak akan ada
habisnya karena suguhan alam yang diberikanpun sangat menarik. Namun untuk
mewujudkan Bengkulu sebagai Kota Pariwisata masih banyak hal yang harus
dibenahi, mulai dari kesadaran warga, pembenahan sarana dan prasarana, serta perawatan
yang baik.
Untuk dapat mewujudkan Bengkulu Kota
Priwisata, yang pertama masyarakat dalam kota lah yang harus disadarkan
kejiwaan dan kecintaannya terhadap alam yang ada di sekitar mereka karena
dengan pola tingkah masyarakat yang baik dan bijak dengan tidak merusak alam seperti
membakar pohon, membuang sampah sembarangan, dan merusak alam lainnya, maka
alam yang Bengkulu punya akan terlihat lebih baik lagi dari sekarang karena
apa? Untuk mewujudkan Kota Pariwisata ini Bengkulu harus berani merubah semua
tingkah laku, pola, dan kebiasaan tangan- tangan jahil yang sangat senang
merusaknya.
Seperti halnya membuang sampah di pantai yang
saat ini sedang marak – maraknya terjadi di Kota Bengkulu hal ini dapat
membuktikan bahwa masyarakat yang berada di sekitaran Kota Bengkulu ini kurang
peduli dengan lingkungan yang bersih dan sehat, jadi pola tingkah laku yang
seperti itulah yang harus mendapatkan pengertian dan pemahaman lebih dalam lagi
agar masyarakat itu sendiri sadar bahwa betapa pentingnya menjaga kebersihan
dan kesehatan lingkungan terutama untuk tidak membuang sampah sembarangan karena
di Bengkulu sendiri sudah banyak turis – turis asing yang berdatangan untuk
menikmati keindahan alam yang di suguhkan oleh Bengkulu salah satunya yaitu
pantai. Jadi jika masyarakat masih bermalas – malasan umtuk merawat lingkungan
sekitar maka efek yang ditimbulkan itu bukan hanya untuk pemerintah tapi juga
untuk masyarakat yang berjualan di sekitaran pantai, menyedihkan jika
lingkungan pantai yang alamnya sangat cantik itu tidak terjaga maka pedagang –
pedagang yang berjualan di sekitaran pantai itu akan sepi karena wisatawan
tidak suka berdatangan ketempat yang lingkungan nya tidak sehat, lalu akan
mempengaruhi perekonomian warga yang berdagang di sekitaran pantai.
Yang kedua Pemerintahan Kota Bengkulu khusus
nya Dinas Pariwisata juga harus ikut andil
dalam mewujudkan impian yang menginginkan Bengkulu menjadi Kota Pariwisata,
yaitu dengan bantuan sarana dan prasarana yang cukup untuk dapat mempermudah
para wisatawan yang akan berkunjung ke tempat – tempat wisata terutama wisata
alam. Sarana adalah fasilitas dan perusahaan yang memberikan pelayanan nya
kepada para wisatawan baik secara langsung maupun tidak langsung. Maju atau
mundurnya suatu objek wisata adalah bergantung pada jumlah pengunjungnya, jadi
sarana di sini sangat berperan penting dalam keberlangsungan sebuah objek
pariwisata, yang dimaksudkan sarana disini misalnya seperti Travel Agent, Tour
Operator, terutama lagi untuk Trasportasi Angkutan Wisata, karena di Bengkulu
sendiri masih sangat dikit Travel Agent yang dapat membantu dan mengarahkan
para wisatawan dari luar daerah Bengkulu atupun dari luarnegeri seperti turis –
turis asing, jadi jasa Travel Agent ini bisa bekerjasama dengan pihak Dinas
Pariwisata dan Dinas Ketenagakerjaan karena biasanya para turis – turis dari
luar Indonesia akan mengurus surat kunjungan kepada kantor – kantor dinas
terkait sehingga untuk jasa Travel Agent ini bisa di tawarkan kepada wisatawan
asing, namun tidak menutup kemungkinan untuk wisatawan yang berasal dari
Indonesia ini sendiri misalnya saja wisatawan yang datang dari luar Pulau
Sumatera jasa Travel Agent ini sangat dapat membantu mereka dalam berwisata di
Bengkulu karena objek wisata alam yang ditawarkan oleh Bengkulu ini tidak
tanggung – tanggung keberadaan nya bahkan ada sebuah objek wisata pantai yang
keberadaan nya lumayan jauh dari pusat Kota Bengkulu yang jarak tempuhnya 5
sampai 6 jam. Jadi Travel Agent ini akan sangat membantu para wisatawan yang
berdatangan ke Bengkulu.
Lalu di bidang prasarana, prasarana
pariwisata adalah semua fasilitas umum atau fasilitas dasar yang memungkinkan
sarana kepariwisataan dapat hidup dalam artian banyak pengunjung berdatangan
dalam rangka untuk memberikan pelayanan kepada pawa wisatawan. Misalnya seperti
prasarana perhubungan yaitu yang terkait dengan jalan, irigasi, dan terminal
bus / parkiran. Di Bengkulu sendiri untuk menempuh perjalanan ke beberapa objek
pariwisata masih banyak jalan - jalan yang kurang baik (rusak) jadi disini
pemerintah ikut andil lagi dalam bidang pembangunan untuk merealisasikan jalan
yang bagus untuk menempuh tempat – tempat wisata terutama wisata alam, sehingga
para wisatawan akan banyak dan sering berdatangan ke tempat – tempat wisata
yang saat ini masih sedikit sepi karena menginat jarak tempuhnya yang sulit dijangkau.
Dan juga untuk tempat – tempat wisata lainnya yang memerlukan terminal bus /
tempat parkiran, karena ini seringkali terjadi keluhan dari wisatawan tempat
parkir yang besar seperti tempat parkir bus yang saat ini masih kurang di tempat
– tempat wisata, jadi ini akan menjadi PR bagi pemerintah da pengelolah tempat
wisata tersebut.
Masih di bidang prasarana, selanjutnya yaitu
prasarana keamanan ini yang sangat penting di setiap tempat wisata manapun
karena keamanan tersebut akan menimbulkan kenyamanan bagi para pengunjung objek
wisata sehingga para wisatawan tidak ragu lagi untuk berwisata di tempat yang
keamanan nya sudah baik dan teratur.
Yang terakhir untuk mewjudkan Bengkulu Kota
Pariwisata yaitu dengan perawatan, maksud perawatan disini yaitu menjaga dan
merawat sarana dan prasarana di setiap objek pariwisata yang sudah ada, karena
membangun saja tidak cukup untuk sebuah objek wisata, namun harus ada
pengimbang antara membangun dan menjaga. Untuk menjaga itu sendiri tidak harus
semuanya dari pengelola objek wisata saja namun untuk membantu meringankan pekerjaan
para pengelola objek wisata ini setiap pengunjungnya pun harus belajar untuk tertib
dan menjaga kelestarian alam dari objek wisata itu sendiri. Dan hal positifnya
untuk merawat objek wisata tersebut dapat membuka peluang pekerjaan bagi para
pengangguran seperti membantu membersihkan pantai yang saat ini pantai panjang
kita yang cantik ini sedang ternodai oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung
jawab yang seringkali membuang sampah ke pantai dan akhirnya apa yang terjadi? Sampah
yang sudah di buang ke pantai tadi lambat laun akan kembali lagi ketepian dan
menumpuk lah sampah – sampah tersebut dibibir pantai yang dapat membuat
pemandangan menjadi tidak sedap.
Jadi, mari kita warga Provinsi Bengkulu berantusias
dalam mewujudkan Bengkulu sebagai Kota Pariwisata dengan mengingat 3 point
penting tadi, yang pertama yaitu dari melatih kesadaran warga untuk perduli
dengan lingkungan terurama alam, yang kedua pembenahan sarana dan prasarana
yang kita harapkan kepada pemerintahan Kota Bengkulu, serta yang ketiga perawatan
yang baik sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi pengangguran dan
menambah nilai plus dalam perekonomian masyarakat sekitaran yang tinggal di
dekat objek – objek wisata.
Lalu sudah siapkah Bengkulu menjadi Kota
Pariwisata?