Senin, 27 Februari 2017

Photography

TUGAS FOTOGRAFI #1

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-100, Diafragma f/22, Shutter Speed 1/30 sec, dan teknik pengambilan gambar bird eye.
LOKASI : BENTENG MARLBOROUGH BENGKULU

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-200, Diafragma f/16, Shutter Speed 1/30 sec, dan teknik pengambilan gambar bird eye.
LOKASI : PASAR TRADISIONAL MODERN (PTM) BENGKULU

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-100, Diafragma f/6.4, Shutter Speed 1/80 sec, dan teknik pengambilan gambar frog eye.
LOKASI : KAPAL POLISI NAKULA 002 PELABUHAN PULAU BAAI

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-100, Diafragma f/1.7, Shutter Speed 1/60 sec, dan teknik pengambilan gambar frog eye.
LOKASI : UNIB BELAKANG

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-100, Diafragma f/5.6, Shutter Speed 1/50 sec, dan teknik pengambilan gambar high angle.
LOKASI : KAPAL POLISI NAKULA 002 PELABUHAN PULAU BAAI

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-100, Diafragma f/5.6, Shutter Speed 1/50 sec, dan teknik pengambilan gambar high angle.
LOKASI : KAPAL POLISI NAKULA 002 PELABUHAN PULAU BAAI

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-100, Diafragma f/9, Shutter Speed 1/250 sec, dan teknik pengambilan gambar low angel.
LOKASI : KAPAL POLISI NAKULA 002 PELABUHAN PULAU BAII

Foto ini diambil menggunakan camera mirorless Fujifilm X-A2, dengan komposisi ISO-100, Diafragma f/13, Shutter Speed 1/20 sec, dan teknik pengambilan gambar low angel.
LOKASI : BENTENG MARLBOROUGH BENGKULU

Minggu, 26 Februari 2017

Inovasi Baru untuk Wisata Bengkulu

WISATA ALAM “HUTAN MANGROVE”
DI PULAI BAAI BENGKULU

Pulau Baai merupakan salah satu Pelabuhan yang terletak tidak jauh dari pusat kota Bengkulu kurang lebih 20 KM melalui jalan darat. Di sana terdapat kawasan perairan dan perikanan yang menarik untuk dikunjungi. Banyak sekali keindahan maupun kebudayaan bahari yang bisa dilihat dan dipelajari dari sana. Para wisatawan dapat mencoba untuk mengunjungi beberapa tempat di sana dan memperdalam apa yang bisa mereka lihat dan dalami, karena di sana tidak hanya pelabuhan saja tapi ada juga beberapa tempat menarik dan terkadang tidak disadari penduduk lokal maupun turis.
Saat memasuki kawasan pulau baai menuju dermaga, para wisatawan akan melewati jembatan yang tepat dibawahnya banyak kapal-kapal nelayan yang notaben mata pencaharian utama masyarakat di sekitar pulau baai adalah nelayan dan pembuat jarring ikan.

Tidak jauh dari kawasan dermaga pulai baai terdapat kampung bahari yang mana kebudayaan dan mata pencaharian masyarakatnya merupakan salah satu objek yang menarik untuk di eksplor. Di pulai baai ini pelabuhan adalah fungsi utamanya. Pelabuhan itu sendiri dimanfaatkan untuk akses kapal penumpang menuju pulau-pulai kecil seperti pulau enggano ataupun pulai tikus dan juga kapal barang seperti kapal batu bara.
Melihat dari sanalah saya berfikir bahwa ada potensi yang besar untuk menjadikan kawasan pelabuhan pulai baai ini sebagai objek wisata yang tidak biasa. Dan menurut saya sangat ada kemungkinan untuk mendirikan wisata alam seperti wisata Hutan Mangrove dan wisata penanaman bibit mangrove oleh para wisatawan, sehingga wisatawan yang berkunjung tidak hanya dapat memanjakan mata mereka namun juga para wisatawan dapat merelaksasikan fikiran mereka dan pastinya ada nilai edukasi yang didapatkan dari wisata alam hutan mangrove ini.


POSITIONING
Wisata alam Hutan Mangrove ini diposisikan sebagai tempat wisata terobosan baru yang di peruntukkan semua kalangan dan semua umur mulai dari anak kecil hingga dewasa.
            Dalam pemasaran tempat wisata Hutan Mangrove ini terdapat beberapa hal mendasar dalam membangun positioning tempat wisata ini yaitu tempat wisata Hutan Mangrove ini membangun strategi positioningnya pada alasan spesifikasi pengunjung wisata. Hal ini dapat dijelaskan, bahwa tempat wisata Hutan Mangrove ini merupakan tempat wisata yang memang di khususkan untuk aktivitas berpetualang dan belajar di alam terbuka, karena jika dilihat sari segi wisata, di Bengkulu sendiri kurang terekspose tempat-tempat wisata yang memiliki nilai edukasi dalam beragam kegiatan yang di lakukan di alam terbuka.
Positioning yang dilakukan pemasar di dalam memasarkan tempat wisata Hutan Mangrove ini kepada konsumen yang dituju, ditentukan berdasarkan :
a.       Penentuan posisi menurut pengelolah wisata
Melihat dari sisi tempat wisata  yang ditonjolkan  sebagai tempat wisata baru yang tiak biasa, di sini kita dapat melihat bahwasanya tempat wisata Hutan Mangrove ini memposisikan diri untuk mereka yang senang beraktifitas, berpetualang, belajar dan mencari tantangan di alam terbuka.
b.      Penentuan posisi menurut pengunjung
Ini berarti memposisikan tempat wisata Hutang Mangrove sebagai yang tempat wisata terbaik dan unik untuk para wisatawan.




DIFFERENTIATON
Dewasa ini, pelabuhan pulau baai sendiri hanya diperuntukkan pada orang-orang yang berkepantingan, maksudnya hanya orang-orang yang ingin menyebrang pulai atau hanya nelayan-nelayan saja yang datang untuk melakukan aktifitas di pulau baai tersebut.
Namun dengan seiring perkembangan zaman, maka pengelolah dari pelabuhan pulau baai itu sedikit merubah fungsi dan kegunaan dari pelabuhan pulau baai itu. Dengan membuat terobosan wisata yang tidak biasa di Bengkulu sendiri. Yaitu tempat wisata Hutan Mangrove, dimana tempat wisata ini memiliki keunikan yang dalam pelayanan wisatanya. Para wisatawan tidak hanya dapat melihat saja bagaimana keindahan Hutan Mangrove itu tetapi juga para wisatawan dapat belajar bagaimana melestarikan tanaman mangrove yaitu pohon bakau yang sudah jelas baik untuk kelestarian di sekitaran pulai baai tersebut. Dan juga dengan adanya tempat wisata ini sudah jelas akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang tinggal di kampung bahari tersebut.
Maka dari itu tempat wisata Hutan Mangrove ini dikemas dan di promosikan secara apik agar dapat memikat para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.
Diferensiasi itu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kelestarian Hutan Mangrove, mempromosikan tempat wisata yang ada di Kota Bengkulu , menghadapi perubahan selera wisata yang di inginkan oleh para wisatawan. Sehingga tempat wisata ini bisa bertahan di era persaingan wisata alam lainnya.
BRANDING

“JELAJAH ALAM WISATA HUTAN MANGROVE DI PULAU BAAI BENGKULU”