Hingga Dunia Merenggut Usia
(Pejuang Hidup di Pasar Minggu Bengkulu)
Kehidupan dunia yang begitu keras terkadang dapat menuntut seseorang untuk merelakan sebagian usia yang dimilikinya agar dapat mencukupi kehidupan dunia. Tuntutan hidup yang begitu kejam terpaksa merampas hak manusia untuk hidup dengan bahagia, terkhusus "mereka" manusia yang kurang beruntung. Dunia tak lagi memandang usia, siapapun harus bekerja untuk hidup, bahkan lansia pun harus tetap bertahan hidup dengan cara bekerja, yang seharusnya sudah tak lagi dijalani oleh lansia yang butuh banyak istirahat.
Foto di atas menunjukkan bagaimana seorang kepala keluarga yang berumur kurang dari 43th, mencari nafkah untuk memberikan kehidupan yang layak bagi anggota keluarganya, dengan berdagang dari pagi hingga petang menjelang. Dikala pasar sedang ramai maka untung lah bagi mereka.
Dari sudut pandang yang berbeda, bukan hanya seorang kepala keluarga "laki-laki" saja yang mencari nafkah untuk kehidupan keluarganya, namun seorang perempuan yang sudah tidak muda lagi pun juga tetap mencari nafkah dengan berdagang di pasar. Dihari lain bahkan di saat pasar sedang sepi, maka membenahi tatanan dagangan merekalah yang dapat dilalukan agar pengunjung dapat tertarik dan mampir ke lapak mereka.
Bayangkan saja bagaimana seorang kakek lansia ini sulit untuk berjalan, dengan mekakai kaos putuh, celana dasar hitam dan tak lupa kopiah putih cirikhas kakek, dengan terbatah-batah seorang kakek lansia ini berkeliling pasar untuk berjualan rokok kepada orang-oarang pasar, bukan hanya kepada pedagang pasar saja namun kepada orang yang mengunjungi pasar. Sang kakek pun berjalan menelusuri pasar dan menawarkan satu persatu kepada setiap orang yang tampak sekitarnya untuk membeli rokok dagangannya. Begitu keras kehidupan dunia ini yang sudah tak memandang lagi siapa, bagaimana, dan apa yang dilalukan manusia untuk bertahan hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar